PERSIB

Banding Ditolak AFC, Persib Harus Jalani Sanksi Berat

14 Agustus 2026 · Westblueid
Persib Bandung mendapat sanksi AFC
Persib Bandung harus menjalani sanksi AFC setelah banding yang diajukan klub ditolak.

Persib Bandung mendapat kabar kurang menyenangkan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Upaya Maung Bandung untuk meringankan hukuman terkait insiden suporter di AFC Champions League Two 2025/2026 resmi tidak berhasil.

Komite Banding AFC memutuskan menolak sepenuhnya banding yang diajukan Persib. Keputusan tersebut diumumkan pada Kamis, 13 Agustus 2026, sehingga hukuman yang sebelumnya diberikan kepada klub tetap berlaku.

Artinya, Persib harus menerima seluruh konsekuensi dari keputusan Komite Disiplin AFC yang berkaitan dengan kericuhan saat pertandingan menghadapi Ratchaburi FC.

Keputusan AFC Banding Persib ditolak sepenuhnya. Klub tetap diwajibkan membayar denda US$200 ribu dan menjalani dua pertandingan kandang di kompetisi Asia tanpa penonton, dengan laga kedua berada dalam masa percobaan.

Bermula dari Insiden di GBLA

Kasus ini bermula dari pertandingan Persib melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pada 18 Februari 2026.

Setelah pertandingan, terjadi sejumlah insiden yang kemudian masuk dalam pemeriksaan AFC. Salah satu yang menjadi perhatian adalah aksi suporter memasuki area lapangan atau pitch invasion.

AFC kemudian menemukan beberapa pelanggaran lain yang dinilai serius. Di antaranya penggunaan flare dan kembang api, pelemparan benda ke lapangan, kerusakan fasilitas stadion, serta tindakan kekerasan secara fisik maupun verbal terhadap tim lawan dan perangkat pertandingan.

Denda Capai Rp3,57 Miliar

Salah satu hukuman terbesar yang harus ditanggung Persib adalah denda sebesar US$200 ribu. Jika dikonversikan, nilainya mencapai sekitar Rp3,57 miliar.

Persib diberikan waktu maksimal 30 hari sejak keputusan banding diterbitkan untuk menyelesaikan pembayaran denda tersebut.

Selain pelanggaran yang terjadi di dalam stadion, AFC juga menilai Persib tidak mampu memastikan kondisi keamanan dan ketertiban pertandingan secara maksimal. Persoalan akses serta jalur evakuasi penonton turut menjadi bagian dari keputusan disiplin tersebut.

“Persib Bandung wajib melunasi total denda 200 ribu dolar AS dalam waktu 30 hari sejak tanggal pemberitahuan keputusan.”

Dua Laga Kandang Tanpa Bobotoh

Kerugian Persib tidak berhenti pada denda finansial. Maung Bandung juga diwajibkan memainkan dua pertandingan kandang di kompetisi Asia tanpa kehadiran penonton.

Meski begitu, terdapat perbedaan pada hukuman untuk pertandingan kedua. Sanksi tersebut berada dalam masa percobaan selama dua tahun.

Dengan demikian, Persib masih berpeluang memainkan laga kandang kedua dengan dukungan penonton apabila mampu menjaga situasi tetap kondusif dan tidak kembali melakukan pelanggaran selama periode tersebut.

Bobotoh Jadi Perhatian

Selama masa percobaan, Persib akan tetap berada dalam pengawasan AFC. Jika pelanggaran serupa kembali terjadi, hukuman yang lebih berat dapat diberlakukan kepada klub.

Kondisi ini membuat aspek keamanan pertandingan menjadi perhatian penting bagi Persib. Dukungan Bobotoh tetap dibutuhkan, tetapi klub juga harus memastikan antusiasme di tribun tidak berujung pada tindakan yang merugikan tim.

Masih Ada Biaya Banding

Persib juga harus menanggung biaya operasional proses banding sebesar US$1.000 atau sekitar Rp17,85 juta. Biaya tersebut dipotong dari deposit yang sebelumnya telah disetorkan klub.

Dengan keputusan Komite Banding AFC tersebut, Persib kini tidak lagi mendapatkan keringanan dari proses banding. Seluruh hukuman yang telah ditetapkan harus dijalankan sesuai keputusan AFC.

Bagi Maung Bandung, keputusan ini menjadi pengingat penting sebelum kembali tampil di kompetisi Asia. Persib perlu memperketat pengamanan dan memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi agar perjalanan klub di level internasional tidak kembali terganggu.

Sumber: VIVA.co.id, AFC
TOPIK ARTIKEL